bismillah
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Senin, 03 Juni 2013
Jumat, 12 Oktober 2012
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Hmmmm...... kayaknya kita belum pernah bahas masalah pendidikan yah guys...... Kali ini penulis akan membahas tentang Penelitian Tindakan Kelas atau yang biasa dikenal sebagai PTK. PTK ini adalah salah satu materi Pendidikan dan Latihan Profesional Guru (PLPG). Pasti pada berfikiran wah penulisnya udah jadi guru nii,,, ehehe padahal belum kog aku masih semester pertama di Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Siliwangi Bandung ^_^ kebetulan pak dhe(uwa) nyuruh aku buat ngetikin bahan ajarnya di UPI,,aku masukin ajah deh di blog buat isi-isi karena lama juga ega ngepos :-D
nah ini dia tentang Penelitian Tindakan Kelas yang aku rangkum dari buku BAHAN AJAR Profesionalisme Guru, PTK dan KTI dari UPI... Lets See.....
A. Pengertian Penelitian Tindakan
Kelas
(PTK) yang merupakan terjemahan dari Classroom
Action Research (CAR) adalah Action Research yang dilaksanakan oleh guru di
dalam kelas. Action Research yang diterjemahkan menjadi penelitian kelas pada
hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan-…”, yang
dilakukan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu
bisa dipecahkan.
Terdapat beberapa pengertian para ahli tentang
penelitian tindakan kelas. Seperti dalam Wiriatmadja (2007:11) diungkapkan
beberapa pengertian PTK, yaitu sebagai
berikut :
a.
Hopkins (1993) :
PTK adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan
subtensif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin ikuiri, atau suatu
usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlibat dalam
suatu proses perbaikan dan perubahan.
b.
Repoport (1970)
: PTK untuk membatu seseorang dalam mengatasi secara
Rabu, 16 Mei 2012
3 fungsi bintang dalam Al-Qur'an
KADO UNTUK SAHABAT
ASAHBUL KAHFI
MANAGEMENT SAKIT HATI
Hampir setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya.
Baik dalam keluarga, berteman, maupun bermasyarakat. Sebagaimana sifat
sedih dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu kewajaran dalam hidup
manusia. Apalagi, mengingat manusia adalah mahluk sosial, yang dalam
setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.
Bagaimanakah cara diri untuk me-manage rasa sakit hati ?
Allah Ta'ala dan RasulNya telah mengajarkan kiat-kiat tersendiri yang dapat menjadi penawar, bila diamalkan. Apa sajakah itu?
1. Muhasabah (Koreksi Diri).
Sebelum kita menyalahkan orang lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. Bisa jadi kita merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti. Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita sampai bersikap demikian. Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan.
2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri, Dengki,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
Jauhilah olehmu sifat dengki/iri hati, karena sesungguhnya dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."
(HR. Abu_Daud)
Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan, dan pujian. Manusia tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini. Manusia juga tak akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang. Ia selalu memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki kelebihan atas dirinya. Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta dunia, sehingga dengki pun sirna.
Rasulullah bersabda:
Bagaimanakah cara diri untuk me-manage rasa sakit hati ?
Allah Ta'ala dan RasulNya telah mengajarkan kiat-kiat tersendiri yang dapat menjadi penawar, bila diamalkan. Apa sajakah itu?
1. Muhasabah (Koreksi Diri).
Sebelum kita menyalahkan orang lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. Bisa jadi kita merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti. Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita sampai bersikap demikian. Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan.
2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri, Dengki,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
Jauhilah olehmu sifat dengki/iri hati, karena sesungguhnya dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."
(HR. Abu_Daud)
Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan, dan pujian. Manusia tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini. Manusia juga tak akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang. Ia selalu memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki kelebihan atas dirinya. Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta dunia, sehingga dengki pun sirna.
Rasulullah bersabda:
ALAS MENTAOK
babad, umum |
Bait 01
Tertulis dalam babad tanah Jawi, dalam ingatan orangtua
tentang Prabu Brawijaya Sang Kertabumi, raja di Majapahit
bahwa ia memperistri Putri Wandan, dan memperoleh putra
tampan berwibawa rupanya, ia disebut Raden Bondan Kejawan
Saat ia dilahirkan Majapahit telah mendekati kehancurannya
karena itu dititipkanlah ia kepada Ki Juru Sabin
apalagi karena ibundanyapun meninggal sewaktu melahirkan
Setelah mencapai usia remaja Bondan Kejawan dibawa ke Tarub
untuk dibina jiwa dan raganya oleh Ki Ageng Tarub
ketika disanalah ia berganti nama menjadi Raden Lembu Peteng
Bait 02
Adapun Ki Ageng Tarub itu sebenarnya putra Dewi Rasawulan
yaitu putri tumenggung Tuban Wilatikta yang perkasa
ia pun adik Raden Said, yang disebut juga Sunan Kalijaga
Ki Ageng itu menikah dengan Dewi Nawang Wulan
dan menurunkan seorang anak wanita bernama Dewi Nawangsih
maka dengan Dewi Nawangsihlah Bondan Kejawan menikah
dan berputra Raden Getas Pandawa, yang lalu menurunkan
Ki Ageng Sela, abdi setia, prajurit di kesultanan Demak
Ia cakap mengabdi, bahkan turut perang melawan Majapahit
tetapi setelah tua kembalilah ia ke desanya
di sana menulis sebuah serat pepali untuk anak cucu
Bait 01
Tertulis dalam babad tanah Jawi, dalam ingatan orangtua
tentang Prabu Brawijaya Sang Kertabumi, raja di Majapahit
bahwa ia memperistri Putri Wandan, dan memperoleh putra
tampan berwibawa rupanya, ia disebut Raden Bondan Kejawan
Saat ia dilahirkan Majapahit telah mendekati kehancurannya
karena itu dititipkanlah ia kepada Ki Juru Sabin
apalagi karena ibundanyapun meninggal sewaktu melahirkan
Setelah mencapai usia remaja Bondan Kejawan dibawa ke Tarub
untuk dibina jiwa dan raganya oleh Ki Ageng Tarub
ketika disanalah ia berganti nama menjadi Raden Lembu Peteng
Bait 02
Adapun Ki Ageng Tarub itu sebenarnya putra Dewi Rasawulan
yaitu putri tumenggung Tuban Wilatikta yang perkasa
ia pun adik Raden Said, yang disebut juga Sunan Kalijaga
Ki Ageng itu menikah dengan Dewi Nawang Wulan
dan menurunkan seorang anak wanita bernama Dewi Nawangsih
maka dengan Dewi Nawangsihlah Bondan Kejawan menikah
dan berputra Raden Getas Pandawa, yang lalu menurunkan
Ki Ageng Sela, abdi setia, prajurit di kesultanan Demak
Ia cakap mengabdi, bahkan turut perang melawan Majapahit
tetapi setelah tua kembalilah ia ke desanya
di sana menulis sebuah serat pepali untuk anak cucu
Langganan:
Postingan (Atom)