bismillah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Dedonga Cara Jawa

Di Yogyakarta banyak sekali forum yang membahas tentang budaya termasuk membahas tentang serat. Salah satu yang sering saya ikuti adalah bahasan mengenai budaya bertema di Pendopo Ifada, salah satu penerbit di Yogyakarta dan untuk pembicara yang sering saya ikuti adalah Ki Herman Sinung Janutama seorang peneliti Jawa. Pas aku main ke Pendopo Ifada mas Bagus langung menyodorkan beberapa buku dan menunjukkan video Ki Herman membacakan kidung, yang kidung tersebut berisikan tentang berdoa dengan cara Jawa dan juga beberapa serat berisikan tentang danyang atau penguasa jin/gaib di banyak tempat di Indonesia. Puniki naskahipun... sumonggo.....

Oiya untuk menambah pemhaman ini ada referensi artikel berjudul Sebuah Pemahaman (klik di sini) pengantar pemahaman tentang kumara dan pembagiannya ,, ada termasuk pengertian dalang dll.

[19:30, 2/3/2018] Mas Bagus Ifada:

Dedonga Cara Jawa

Pambuka

Bawa Sekar Dhandhanggula Turu Lare :
Kang kinitha lelaguning gendhing,
Sarayuda pambukaning sekar,
Dhandhanggula turu lare,
Binarung ing swara rum,
Ruming raras kang milangoni,
Wiramane lancaran,
Mung kinarya gecul,
Pepathete nora oncat,
Wus kacakup cakepane datan cicir,
Lir-ilir gumregaha.

Katampi Tembang Ilir-Ilir :
Lir-ilir lir-ilir tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar
Bocah angon penekna blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekna kanggo masuh dodotira
Dodotira kumitir bedhah ing pinggir
Domana jlumatana kanggo seba mengko sore
Mumpung gedhe rembulane
Mumpung jembar kalangane
Ya suraka .. Surak iyo

Kidung Suksmawedha
(Dhandhanggula)

Ana kidung hakembang hartati, sapa weruh reke
araningwang, duk ingsun ana ing ngare, miwah duk aneng
gunung, Ki Samurta lan Ki Samurti, ngalih aran ping
tiga, Artadaya tengsun, araningsun duk jajaka, Ki
Artati mangke araningsun ngalih, sapa weruh
araningwang.

Sapa weruh kembang tepus kaki, sasat weruh reke
Artadaya, tunggal pancer lan uripe, sapa wruh ing
panuju, sasat sugih pagere wesi, rineksa wong sajagad,
kang angidung iku, lamun dipun apalena, kidung iku den
tutug padha sawengi, adoh panggawe ala.

Lawan rineksa dening Hyang Widdhi, sakarsanya tinekan
dening Hyang, rineksa ing janma kabeh, kang maca kang
angrungu, kang anurat myang kang animpeni, yen ora
bisa maca, simpenana iku, temah ayu kang sarira, yen
linakon dinulur sasedyaneki, lan rineksa dening Hyang.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Kidung Rumekso ing Wengi dening Sunan Kali Jaga

Bagi khalayak islam terutama di tanah Jawa, sosok Sunan Kali Jaga tentulah familiar karena beliau adalah salah satu Wali yang begitu terkenal. Beliau berpengaruh terhadap keislaman di Jawa dan perannya dalam penyebaran Islam di Jawa. Namun perlu diketahui bahwa sosok Sunan Kali Jaga mempunyai banyak nama disetiap tempat penyebaranya. Arti kata Kali Jaga sendiri bisa berarti beliau adalah pertapa yang tempat semedinya menyusuri aliran sungai, Kali juga adalah salah satu nama sungai di Cirebon, Kali di sini juga dapat diartikan sebagai Dewi Kali atau Dewi Bumi atau Ibu Pertiwi. Setiap Wali Songo mempinyai peranannya masing-masing sebagai penyebar agama Islam. Sunan Kali Jaga disini berperan sebagai konduktor, yakni bagaimana Islam  bisa diserap oleh masyarakat Jawa dengan latar budaya yang sedemikian rupa. Hasilnya adalah beliau membuat ajaran Islam yang diakulturisasi dengan tembang dan wayang kulit tentu dengan transendensi antara Jawa dan Islam itu sendiri. Berikut admin sajikan jurnal tentang Kidung Rumekso ing Wengi yang berjudul Tuwajuh Jroning Ati. Jurnal ini sempat menjadi bahan diskusi di Pendopo Percetakan Buku Ifada (IG buku_ifada) pada malam Jumat 3 Agustus 2017.


Tuwajuh Jroning Ati:
Ngalap Berkah dari Kidung Rumekso Ing Wengi
By: Nur Khalik Ridwan
(Makalah disampaikan dalam Diskusi Mingguan Ifada, Seri Kajian Para Wali Jawa)
Namanya adalah Kidung Rumekso ing Wengi (KRiW), berdasarkan Serat Suluk Zaman Keraton Ndalem ing Surakarta. Saya mendasarkan dari apa yang ditransliterasi oleh Nancy K. Florida

Senin, 03 Juni 2013

Recommended

Allahumma arinal haqqa haqqaw warzuqnat tibaa'ah, wa arinal baathilaw warzuqnaj tinaabah.
Artinya "Ya Allah tunjukanlah kepada kami bahwa yang benar adalah benar, dan berilah kami jalan untuk mengikutinya. Dan tunjukanlah kepada kami bahwa yang batil adalah batil, dan berilah jalan untuk kami menghindarinya. (HR Ahmad dan Ibnu Sunni)
Doa ini sangat bagus buat diamalkan :)

Senin, 20 Februari 2012

Do'a Tasbih dan Dzikirulloh



 لا إِلَهَ إِلاأَنْتَ سُبْحَانَكَإِنِّي كُنْتُمِنَالظَّالِمِينَ
"Laa ilaha illa Anta, Subhanaka ini kuntu minadh dhaalimin."

Artinya:
"Tidak ada Tuhan selain Engkau.Maha Suci Engkau.Sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang dholim."
QS. Al Anbyaa'  [27] : 87






رَبّنا ظَلَمْناأَنْفُسَناوَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنا وَتَرْحَمْنالَنَكونَنَّ مِنَالخاسِرينَ


"Robbanaa dholamnaa wa inlamtaghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuu nanna minal khosiriin"

“Keduanya berkata: Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”[2]

[2] QS. Al-A’raf [7]: 23


 اَعُوْذُبِكَلِمَاتِللهِالتَّامَاتِمِنْ شَرِّ مَاخَلَقَ
A’ udzuu bikalimatillahi tammati min syari maa kholaq
Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat Alloh yang Maha sempurna dari segala keburukan yang Ia ciptakan”

Ayat Lima Belas (15)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


.لم.اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوم.

ذَلِكُمُ اللَّهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ .قَائِمًابِالْقِسْطِ 
  1. Alif laam miim, Allohu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum. Qaaiman bilqiathi, dzalikumullaahu fa anna tu'fakuun.