bismillah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Tampilkan postingan dengan label Sastra Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra Jawa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2022

SARISWARA AKTIF KI HAJAR DEWANTARA CERITA GARUDEYA MAPEL BAHASA JAWA BLENDED SEJARAH ZAMAN KERAJAAN MATARAM KUNO

 WORKSHOP METODE SARISWARA UNTUK PAMONG/GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS SE-DIY

PENDIDIKAN KARAKTER KHAS KEISTIMEWAAN JOGJA MELALUI KESENIAN DENGAN SERAPAN OBYEK KEBUDAYAAN DALAM MATA PELAJARAN UMUM

HOTEL TIRTA KENCANA 4-7 OKTOBER 2022

MICROTEACHING

NASKAH DRAMA GARUDEYA

KELOMPOK GONG

METODE SARISWARA AKTIF KI HAJAR DEWANTARA

 

Kamis, 6 Oktober 2022

 TOKOH CERITA GARUDEYA

1.        Garudeya : Pak Panji

2.        Aruni : Bu Ajeng

3.        Winata : Bu Dini

4.        Kadru : Pak Arkan

5.        Begawan Kasyapa : Pak Gunadi

6.        Basuki : Pak Fanda

7.        Taksaka : Pak Sutiar

8.        Antaboga : Pak Prono Aji

9.        Bathara Guru : Pak Didit

10.      Bathara Wisnu : Pak Tamim

11.      Kuda Ucchishrawa : Rahayu

12.      Narator: Windu

 

Sawijining dina ing pelataran Candi Prambanan bocah-bocah lagi pada sinau sejarah lan nyanyi lagu babagan candi.

Ayo plesir karo sinau menyang Yogja

Selasa, 30 Agustus 2022

THE STORY OF GARUDEYA, Sejarah Lambang Negara Indonesia



Semua orang pasti sudah tahu bahwa Garuda merupakan lambang negara Indonesia. Tapi pembaca sekalian apakah sudah tahu bagaimana sejarah Garuda dan kenapa dijadikan lambang negara Indonesia? Artefak Garudeya bisa ditemukan di beberapa situs seperti di Candi Prambanan Jogja-Jateng,Candi Sukuh Karanganyar Jawa Tengah , digambarkan juga di situs Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali. Artikel ini mengajak pembaca untuk memahami dan berdiskusi tentang hal tersebut. 

Garuda merupakan salah satu karakter tokoh yang diceritakan dalam kitab Adiparwa, seri pertama kuitab Mahabharata. Garuda diceritakan merupakan anak dari Winata, seorang bidadari istri dari Begawan Kasyapa.

Diceritakan bahwa Begawan Kasyapa memiliki empat belas istri, dua diantaranya tidak diberikan keturunan yaitu Winata dan Kadru. Keduanya meminta anugerah anak oleh Begawan Kasyapa yang linuwih. Kadru menginginkan seribu anak, sedangkan Winata hanya meminta dua anak. Begawan Kasyapa mengabulkan permintaan istrinya dengan memberikan Kadru seribu telur dan kepada Winata memberika dua telur.

Waktu berlalu, ternyata telur Kadru sudah mulai menetas diantaranya adalah naga bernama Antaboga dan Taksaka. Melihat telur Kadru sudah menetas, Winata dengan tidak sabar memecahkan salah satu telurnya. Menetaslah menjadi sosok burung yang belum sempurna karena tidak memiliki

Rabu, 01 Agustus 2018

Sastra Jawa Berkaitan dengan Ilmu Pedalangan (Empu, Awicarita, Begawan, Dhalang, Kawi, Kawi Miring, dan Sekar Ageng)

Sering nonton pagelaran wayang kulit dan sering terpesona dengan cara dalangnya membawakan cerita dan penokohan wayangnya, membawakan suluknya, mengantarkan cerita janturannya, gedingnya, sekarnya, sampai bentuk wayangnya. Aku sering banget nanya ke orang-orang yang aku temui saat nonton wayang. Beberapa orang menyodorkanku buku tentang wayang, mengajakku menghadiri workshop tentang wayang sampai main ke sanggar wayangnya. Heee....

Kali ini aku nemuin buku Ensiklopedia Sastra Jawa terbitan Kemendikbud dan Badan Pengembangan dan pembinaan Bahasa Balai Bahasa Provinsi DIY