bismillah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Rabu, 11 Oktober 2023

PENGALAMAN MENJADI DUTA ARSIP DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


 MENGENAL KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA MELALUI ARSIP

Keistimewaan Yogyakarta menjadi salah satu pesona Indonesia di mata dunia, keberadaan kerajaan besar menjadikan Yogyakarta sebagai pusat perkembangan kebudayaan. Lembaga kearsipan mempunyai peran penting dalam pemeliharaan arsip dan pelestarian pengetahuan sejarah Yogyakarta mulai dari masa Mataram Kuno, Mataram Islam, hingga masa Kraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman.

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu tempat dimana kita dapat menemukan arsip-arsip penting perjalanan Yogyakarta. Arsip kadang dipandang sebagai benda kuno yang harus disimpan dan jarang sekali dibuka. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi cara mempelajari dan menikmati arsip. DPAD DIY dikepalai oleh Dra. Monika Nur Lastiyani, M. M. melaunching Diorama Arsip Jogja pada Februari 2022, dimana arsip keistimewaan Yogyakarta dibumikan dan diperkenalkan kepada masyarakat dalam bentuk kekinian.

Diorama Arsip Jogja menceritakan Yogyakarta selama kurun waktu 430 tahun, mulai dari masa Panembahan Senopati hingga masa kini pada era Hamengkubuwono X yang dibagi kedalam delapan belas ruangan. Melalui ruangan-ruangan tersebut pengunjung dibuat seperti berjalan dilorong waktu dengan disuguhi berbagai macam interpretasi arsip dalam bentuk karya lukisan, patung, foto, hologram, duplikasi manuskrip, dan film. Pengalaman interaksi dengan arsip dibeberapa ruangan juga disuguhkan menggunakan augmented reality dan immersive technology.

DPAD DIY menobatkan lima Duta Arsip pada 31 Juni 2022 yang terlibat dalam program dan kegiatan kearsipan di DPAD, yang juga mempunyai tugas untuk memperkenalkan arti dan fungsi arsip. Dalam perjalanannya Duta Arsip telah dilibatkan dalam kegiatan pameran arsip Mangayubagyo Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022-2027. Duta Arsip juga terlibat sebagai pendamping Kapanewon Banguntapan Bantul dan Mahasiswa Jurusan Arsip UGM dalam acara Wisata Sadar Arsip DPAD DIY dimana peserta diajak mengunjungi Depo Arsip DPAD DIY, Kraton Yogyakarta, Pura Pakualaman dan Diorama Arsip Jogja. Wisata Sadar Arsip mengedukasi peserta tentang tata pengelolaan, restorasi, penyimpanan dan layanan arsip di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kesempatan menjadi Duta Arsip memperluas horizon tentang arsip, memotivasi diri untuk berkembang mempelajari ilmu kearsipan, sejarah, kebudayaan, seni dan ilmu baru lainnya baik yang datang dari ahli Indonesia maupun ahli luar negeri. DPAD DIY bekerjasama dengan Mahasiswa Kedokteran UGM yang menjadi tuan rumah Asian Medical Students’ Exchange Program (AMSEP) Chapter Philippine. Pada akhir acara tersebut 13 Agustus 2022, pengalaman berharga bagi saya sebagai Duta Arsip diberi kesempatan untuk memperkenalkan budaya dan sejarah Indonesia melalui Diorama Arsip Jogja. Pengalaman menarik lainnya adalah ketika DPAD mengundang pembicara nasional maupun internasional dalam kegiatan rapat koordinasi maupun seminar kearsipan.

Pada 29 Agustus 2022, Duta Arsip DIY berkesempatan mengikuti Rapat Koordinasi Penyusunan Naskah Sumber Arsip Perjalanan Kembalinya Naskah Kasultanan Yogyakarta dari Inggris ke Yogyakarta. Pembicara dalam rakor tersebut antara lain Peter Carey sejarawan Inggris, Eko Suwanto DPRD DIY, Trisundari purna bakti Kabid Arsip Statis DPAD DIY dan dimoderatori oleh Waluyo Kardiman dosen Vokasi Kearsipan UGM. Penyusunan naskah sumber arsip tersebut dimulai saat Pemda DIY tahun 2014 mencoba melacak manuskrip dan naskah Kraton Yogyakarta saat peristiwa Geger Sepehi ke British Library. Naskah dan manuskrip yang berhasil dilacak dan menyerahkan file tersebut dalam bentuk digital kepada ngarsa dalem Hamengkubuwana X.

Peter Carey menyampaikan bahwa naskah Indonesia yang ada di British Library ada sekitar tujuh puluh lima naskah manuskrip yang berasal dari Kasultanan Yogyakarta dan sebagian lainya adalah koleksi pribadi dari Rovet. Manuskrip tersebut sudah digitalisasi dan dapat di akses website www.bl.uk, beberapa naskah sudah dicetak oleh DPAD DIY dan dapat dibaca di ruang Layanan Arsip. Tahun 1988 Inggris sudah membuat microfilm naskah-naskah tersebut dan menyerahkannya kepada Kasultanan Yogyakarta, tetapi saat beliau datang ke Widya Budaya Perpustakaan Kraton untuk mempelajari arsip tentang pangeran Diponegoro microfilm tersebut sudah tidak bisa dibuka. Belajar dari hal tersebut Carey mengkritik sistem penyimpanan dan perawatan arsip di Indonesia supaya dilakukan berdasarkan standar internasional agar arsip tetap terjaga dengan baik. Tidak hanya itu, kritik terhadap masyarakat Indonesia yang masih sangat minim untuk mempelajari naskahnya sendiri. Kebanyakan buku, jurnal dan penelitian internasional mengenai naskah Indonesia justru ditulis oleh orang asing. Peter Carey menyarankan agar naskah manuskrip Indonesia dapat diduplikasi, ditransliterasi, dan dipopulerkan menjadi bentuk karya film, kartun, dipelajari, ditulis kembali dan diajarkan kepada masyarakat.

Eko Suwanto, DPRD DIY, menyampaikan saat melacak naskah Kraton Yogyakarta di British Library. Beliau menggambarkan penyimpanan dan pengelolaan arsip di perpustakaan tersebut sangatlah baik. “Pegawai British Library betul-betul merawat dan memperlakukan arsip dengan baik, salah satunya adalah tidak boleh membawa handphone, memotret atau memvideo naskah kuno karena cahaya dapat mempengaruhi suhu ruangan.” terang Eko. Sayangnya di Indonesia belum menerapkan peraturan ketat tetang arsip, bahkan di Indonesia dan Yogyakarta sendiri belum ada anggaran dan perhatian yang cukup untuk merawat, meneliti, mendigitalisasi dan merenovasi ruangan penyimpanan arsip menjadi berstandarisasi internasional.

Theresia Trisundari, purna bakti Kabid Arsip Statis DPAD DIY memaparkan kegiatan saat pelacakan manuskrip Kraton Yogyakarta tersebut. Hal menarik dari penyampaian beliau ketika memperlihatkan Serat Menak Kraton Yogyakarta yang kemungkinan ditulis oleh Ratu Ageng Tegalrejo, permaisuri Hamengkubuwono I berada di British Library. Serat tersebut menceritakan tentang perjalanan heroik Amir Hamzah, paman Nabi Muhammad yang kurang lebih tertuang dalam tiga ribu halaman. Menurut pak Kardiman serat tersebut yang mengilhami pangeran Diponegoro melakukan perang Jawa untuk melawan penjajah. “Pak Lohya menjadi donatur dalam pendigitalisasian Manuskrip Kraton Yogyakarta yang kemudian pada 20 Maret 2018 British Library melaunching katalog Java Manuscript.” terang bu Theresia.

Arsip adalah harta karun yang berharga dan salah satu benteng peradaban bangsa. Arsip dan keistimewaan Yogyakarta saling mengisi dan menyempurnakan. Perjalanan berharga menjadi Duta Arsip DIY sehingga dapat mengetahui cerita yang terkandung didalam arsip itu sendiri maupun perjalanan pengelolaan arsip di Indonesia. Dibalik perjalanan tersebut masih banyak PR dalam pengelolaan arsip agar dapat terjaga dan ilmu di dalamnya dapat dipelajari dan dapat diwariskan sebagai kekayaan Indonesia. Yang terpenting adalah bagaimana mengedukasi masyarakat dalam penyimpanan arsip, membudayakan untuk membaca, mempelajari arsip sehingga manfaatnya dapat dipetik melalui Gerakan Sadar Arsip. DPAD DIY menjadi salah satu tempat dimana masyarakat mempelajari arsip melalui ruang Layanan Arsip dan Diorama Arsip Jogja. Selain itu di gedung Depo Arsip masyarakat bisa mendapat layanan menyalin arsip dan merestorasi arsip pribadi maupun instansi. Salam Arsip! 

Jumat, 14 Juli 2023

THE JAVANESE ROYAL HEROINE / PASUKAN WANITA JAWA

Once upon a time, when initially I moved to Yogyakarta at the end of 2017 for getting my further education, I dreamed about an astonishing heroine figure in the Javanese palace. She rode a horse and had  patrem kris. She is not only could be gentle but also even stronger. She was a brave woman who had a special mission. I told my dream to my twin and her boyfriend, my twin's boyfriend said that earlier there was a kind of women royal troops who behave and dress like usual Javanese women but they have a crucial role in protecting women of the royal family.

After I graduated, lately I found that the figure truly existed in our past precious history. Through many seminars on Javanese manuscripts, I found some literature that tells about Javanese heroines that has the same depiction as what I got in my dream.  

First comes from the story of Yogyakarta Sultanate, the heroine troop was Ratu Ageng Tegalrejo, the first queen consort of Yogyakarta Sultanate's or Hamengkubuwana's queen consort who was really skillful in horse riding as well as fighting using a sword. The most favorite heroine of mine who had written Menak manuscript telling about the epic story of Tyang Agung Jayengrana or Amir Hamzah, Rasulullah Muhammad's uncle adapted from Persian literature. She also taught young Diponegoro about Menak manuscript, from the inspiring story of Amir Hamzah Diponegoro fight against colonialism which spread along Nusantara for around five years. The great war spent almost all the VOC treasure and made them bankrupt. Finally, Diponegoro won the war against the colonizer. She trained several women to be heroines.

In 2022, I watched and enjoy Catur Sagatra Event in which presented two sultanates and two princely states Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kraton Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Pakualam, and Kadipaten Mangkunegara in form of bedaya sacred dance or beksan which tells a story in it. 

 In this special occasion, Kadipaten Mangkunegara presented Bedaya Ladrang Mangungkung created by Mangkunegara X. Bedaya Ladrang Mangungkung was inspired from Ladrang Mangungkung Troops consisted of a group of brave women created by Samber Nyawa Prince the first Mangkunegara. They were depicted as special women who were not only better at fighting but also better at playing gamelan and dancing classical dance. Sweet and beautiful women. Same as in Ratu Ageng Tegalrejo era, the troops were created to protect the women of the royal family, especially Mangkunegara Palace had just been built as one of the autonomous of Mataram Islam dynasty. 


Selasa, 31 Januari 2023

SKRIP DRAMA GARUDEYA BAHASA INGGRIS DENGAN TEKS PRONUNCIATION(PENGUCAPAN) DASAR

 PLAY

GARUDEYA

Once upon a time in a land there were a noble name Kasyapa. He had fourteen wives

Wans upon e taim in e lend der   wer   e nobel neim  Kasyapa.  Hi  hed  fortin    waif   

 

but two of them, Kadru and Winata could not have offspring. Kadru and Winata

bat  tu of  dem,   Kadru end Winata kud    not  heiv  offspring. Kadru end Winata

 

begged to Kasyapa.

Begd     to Kasyapa.

 

Kadru           : O my husband, please give me a thousand of children.

                      O mai hasben, plis      giv    mi e thousend of children.

 

Winata         : Yes, please give me two children.

                      Yes, plis      giv mi   tu   children

 

Kasyapa        : Sure my wives, here you are.

                      Syur mai waivs, hyer yu  ar

 

Kasyapa grant his wives wish, he gave Kadru a thousand of eggs and gave Winata two eggs.

Kasyapa grant his waives wish, hi geiv Kadru e thousend of eggs end geiv Winata  tu   eggs

 

Kadru           : My eggs have hatched into dragons.

                       Mai eggs heiv heced    intu  dregens

 

Taksaka, Antaboga, Basuki         : I am Taksaka, I am Antaboga, I am Basuki.

                                                    Am Taksaka,   Am Antaboga, Am Basuki

                                                 

Winata         : Why my eggs have not hatched yet?

                       Wai mai eggs heiv  not heced    yet?

 

(Winata broke one of her eggs)

(Winata brouk   wan of her eggs)

 

Aruna           : Oh my god, I have no leg!

                      Oh mai gad, ai heiv no leg!

 

Winata         : I am sorry, dear.

                      Ai em  sori, dier.

 

Aruna           : I am angry with you, I condemned you into slave one day!

                      Ai em engri wit  yu,  ai kondemd    yu   intu  sleiv wan dey

 

In other hand, Kadru overwhelmed with a thousand of dragons. With her cunning she made

In oder  hend, Kadru overmhelmed with e thousand of dregens. With her kaning  si    meid

  

A game, guessing of the Ucchaisrawa’s colour. A horse that would come out from Mantana

E  geim,  gesing    of de  Ucchaisrawas  kaler.  E horse dat   wud    kam   aut from Mantana

 

lake.

Leik.

 

Kadru           : Let’s guess the colour of Ucchaisrawa.

                      Lets  ges    de   kaler  of Ucchaisrawa.

         

Winata         : I guess the colour is pure white.

                      Ai ges   de  kaler   is pyur wait

 

Kadru           : Ok, I guess, it will be white but with black tail.

                      Okey, ai ges, it wil bi  wait bat  with   bleik teil.

         

Actually, Ucchaisrawa was pure white, but Kadru ordered her son of dragon sprout his poison

Exsueli ,  Ucchaisrawa wes pyur wait,  bat Kadru orderd her san  of dregen sprout his poisen

 

in its tail, so the tail of the horse turn into black. Kadru won the wager and made Winata into

in its teil, sou the teil of the hors tern intu bleik. Kadru won the weger end meid Winata intu

 

 her slave.

her  sleiv.

 

Day after day, Winata’s other egg hatched into Garudeya. A brave, wise and intelligent

Dei after dei, Winatas oder egg   heced      intu Garudeya. E breiv,  wais end intelijent

 

garuda. He searched for his mother.

Garuda. Hi serchd     for his mader

 

Garudeya      : Hello my cousin dragon.

                      Hello mai keusin  dregen.

 

Antaboga     : Hello, Garudeya.

                      Hello, Garudeya.

 

Garudeya      : Tell me, a condition to set my mother free.

                      Tel mi, e kondisyen  tu set mai mader fri

 

Taksaka       : Please searched for Amreta water.

                      Plis     serch       for amreta  woter.

 

Garudeya      : Sure I will.

                      Syur ai will.

 

Garudeya flew to Kahyangan Suralaya and begged of the Amreta water, Bathara Guru gave

Garudeya fluw  tu Kahyangan Suralaya end begd   of di    Amreta woter, Bathara Guru geiv

 

him the water. When Garudeya flew down, Bathara Wisnu faced him.

Him de woter.  When Garudeya fluw dawn, Bathara Wisnu feicd him.

 

God Wisnu   : Give it to me!

                      Giv  it tu mi!

 

Garudeya      : No, I won’t.

                      Nou, ai wont

 

God Wisnu and Garudeya fighted.

Gad Wisnu end Garudeya faitd.

 

Garudeya      : Please let me bring the Amreta water.

                      Plis     let mi bring de Amreta woter.

 

God Wisnu   : No one permit to have it.

                      Nou wan permit tu heiv it.

 

Garudeya      : I need it for set my mother free.

                      Ai nid it for set mai mader fri

 

Garudeya promised to be God Wisnu’s Vehicle if he allowed the Amreta water for him.

Garudeya promisd  tu bi Gad  Wisnu’s Vihikel if hi ellowd     the Amreta woter for him.

 

Garudeya      : Here you are my cousin dragons.

                      Hyer yu ar mai keusin dregen

 

Basuki          : Well done Garudeya.

                      Well dan  Garudeya.

 

Antaboga     : Here is your mother.

                      Hyer is yor   mader.

 

Garudeya      : Thank you for set my mother free.

                      Thengkyu  for set mai mader fri.

 

Winata         : Thank you my dear son, Garudeya.

                       Thengkyu mai dier san, Garudeya.

 

Winata was free from slavery.

Winata wes fri    from sleveri

 

Before the dragons drank the amreta water, god Wisnu take the amreta water from them.

Bifor    de   dregen  drengk de amreta woter, gad Wisnu teik  the amreta woter from dem.

Jumat, 13 Januari 2023

THE STORY GARUDEYA PLAY FOR ELEMENTARY SCHOOL ADAPTED FROM ADIPARVA

 Once upon a time in a land there were a noble name Kasyapa. He had fourteen wives but two of them, Kadru and Winata could not have offspring. Kadru and Winata begged to Kasyapa.

Kadru           : O my husband, please give me a thousand of children.

Winata         : Yes, please give me two children.

Kasyapa        : Sure my wives, here you are.

Kasyapa grant his wives wish, he gave Kadru a thousand of eggs and gave Winata two eggs.

Kadru           : My eggs have hatched into dragons.

Taksaka, Antaboga, Basuki         : I am Taksaka, I am Antaboga, I am Basuki.

Winata         : Why my eggs have not hatched yet?

(Winata broke one of her eggs)

Aruna           : Oh my god, I have no leg!

Winata         : I am sorry, dear.

Aruna           : I am angry with you, I condemned you into slave one day!

In other hand, Kadru overwhelmed with a thousand of dragons. With her cunning she made a game, guessing of the Ucchaisrawa’s colour. A horse that would come out from Mantana lake.

Kamis, 03 November 2022

DONGENG PERANG DIPONEGORO DAN PUISI DIPONEGORO KARYA CHAIRIL ANWAR

 

PERANG DIPONEGORO

Pada suatu hari di desa Tegalrejo kota Yogyakarta hidup seorang anak bernama Bendara Raden Mas Mustahar ya Bendara Raden Mas Antawirya. Walaupun keturunan Kraton Yogyakarta, Mustahar kecil diasuh di luar benteng istana oleh kakek dan buyutnya. Beliau diajarkan bercocok tanam oleh kakeknya di pedesaan nan asri, berbaur dengan masyarakat setempat.

Masa kecil beliau penuh warna dan lebih memahami kehidupan masyarakat Yogyakarta khususnya, pun masyarakat Indonesia pada umumnya. Penduduk kala itu banyak melakoni menjadi pedagang, buruh tani, atau bahkan buruh dan budak karena dampak revolusi industri di Eropa. Walau hidup di pedesaan Diponegoro kecil tetap mendapat pendidikan untuk membaca dan menulis.

Ratu Ageng Tegalrejo, permaisuri Hamengkubuwono I adalah buyut Pangeran Diponegoro. Dari Ratu Ageng Tegal Rejo yang menuliskan cerita Menak Amir Hamzah berbahasa Persia menjadi beraksara Jawa, Diponegoro setiap malam diceritakan kisah heroik seorang sosok pemimpin bernama Hamzah.

Kamis, 06 Oktober 2022

SARISWARA AKTIF KI HAJAR DEWANTARA CERITA GARUDEYA MAPEL BAHASA JAWA BLENDED SEJARAH ZAMAN KERAJAAN MATARAM KUNO

 WORKSHOP METODE SARISWARA UNTUK PAMONG/GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS SE-DIY

PENDIDIKAN KARAKTER KHAS KEISTIMEWAAN JOGJA MELALUI KESENIAN DENGAN SERAPAN OBYEK KEBUDAYAAN DALAM MATA PELAJARAN UMUM

HOTEL TIRTA KENCANA 4-7 OKTOBER 2022

MICROTEACHING

NASKAH DRAMA GARUDEYA

KELOMPOK GONG

METODE SARISWARA AKTIF KI HAJAR DEWANTARA

 

Kamis, 6 Oktober 2022

 TOKOH CERITA GARUDEYA

1.        Garudeya : Pak Panji

2.        Aruni : Bu Ajeng

3.        Winata : Bu Dini

4.        Kadru : Pak Arkan

5.        Begawan Kasyapa : Pak Gunadi

6.        Basuki : Pak Fanda

7.        Taksaka : Pak Sutiar

8.        Antaboga : Pak Prono Aji

9.        Bathara Guru : Pak Didit

10.      Bathara Wisnu : Pak Tamim

11.      Kuda Ucchishrawa : Rahayu

12.      Narator: Windu

 

Sawijining dina ing pelataran Candi Prambanan bocah-bocah lagi pada sinau sejarah lan nyanyi lagu babagan candi.

Ayo plesir karo sinau menyang Yogja

Rabu, 28 September 2022

SMA TAMAN MADYA JETIS UTARA TUGU JOGJA

 Jl. Pakuningratan No. 34 A, Jetis, Kota Yogyakarta (Utara Tugu Jogja)

 Taman Madya merupakan SMA di bawah naungan Yayasan Tamansiswa Cabang Jetis Kota Yogyakarta Ki Hajar Dewantara dengan guru berkualitas dari berbagai background dengan lima guru lulusan magister, lima guru bersertifikat pendidik dan guru lainnya yang mumpuni dalam bidang profesi masing-masing. 

 Sekitar 70% lebih lulusannya melanjutkan studi ke perguruan tinggi, dan yang menarik sejak dahulu Taman Madya menjadi sekolah atlet-atlet daerah dan nasional berbakat, wirausahawan dan melahirkan seniman-seniman diYogyakarta.

PROFIL SMA TAMAN MADYA JETIS klik disini
INSTAGRAM klik disini
YOUTUBE klik disini



Selasa, 30 Agustus 2022

THE STORY OF GARUDEYA, Sejarah Lambang Negara Indonesia



Semua orang pasti sudah tahu bahwa Garuda merupakan lambang negara Indonesia. Tapi pembaca sekalian apakah sudah tahu bagaimana sejarah Garuda dan kenapa dijadikan lambang negara Indonesia? Artefak Garudeya bisa ditemukan di beberapa situs seperti di Candi Prambanan Jogja-Jateng,Candi Sukuh Karanganyar Jawa Tengah , digambarkan juga di situs Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali. Artikel ini mengajak pembaca untuk memahami dan berdiskusi tentang hal tersebut. 

Garuda merupakan salah satu karakter tokoh yang diceritakan dalam kitab Adiparwa, seri pertama kuitab Mahabharata. Garuda diceritakan merupakan anak dari Winata, seorang bidadari istri dari Begawan Kasyapa.

Diceritakan bahwa Begawan Kasyapa memiliki empat belas istri, dua diantaranya tidak diberikan keturunan yaitu Winata dan Kadru. Keduanya meminta anugerah anak oleh Begawan Kasyapa yang linuwih. Kadru menginginkan seribu anak, sedangkan Winata hanya meminta dua anak. Begawan Kasyapa mengabulkan permintaan istrinya dengan memberikan Kadru seribu telur dan kepada Winata memberika dua telur.

Waktu berlalu, ternyata telur Kadru sudah mulai menetas diantaranya adalah naga bernama Antaboga dan Taksaka. Melihat telur Kadru sudah menetas, Winata dengan tidak sabar memecahkan salah satu telurnya. Menetaslah menjadi sosok burung yang belum sempurna karena tidak memiliki

Kamis, 21 Juli 2022

Menonton Wayang Purwa

 Pernah nonton wayang bisa dihitung jari paling banyak waktu SD dan pas kuliah di Bandung sempet nonton wayang di Cilacap dua kali, tentu pengetahuan tentang wayangku tidaklah seberapa bahkan membedakan punakawan dan sentana kraton masih terbata. Saat selesai skripsi juli 2016 Agustus, dari Bandung travelling ke arah Timur singgah di Cilacap, ke Jogja kemudian ke Jawa Timur. Saat keliling Jogja aku menyempatkan untuk menonton wayang, kali pertama menonton wayang di tempat selain Cilacap tentu. Waktu itu kami sehabis naik puncak Gunung Merapi Purba Nglanggeran untuk melihat bulan purnama yang bersinar indah, turun langsung menuju lokasi wayang di daerah Pathuk Gunungkidul di pedesaan. Turun dari melihat bulan purnama tentu sudah agak malam, sampai di lokasi wayangan tak terbayangkan area panggung kelir sudah dibanjiri dengan lautan manusia jadi kita menonton agak jauh dari panggung, sesaat setelah limbukan kita baru bisa merapat sedikit ke arah dekat panggung

Rabu, 17 November 2021

ESSAY BERJUDUL SARISWARA DI ERA 4.0


Oleh : Rahayu Nur Hayati

Rahayunh05@gmail.com / +6287724444709

 

Dewasa ini negara di dunia termasuk Indonesia mengalami globalisasi yang sangat sigifikan didukung adanya penggunaan teknologi digital di berbagai sektor dikenal sebagai Era Industri 4.0. Globalisasi menjadikan kegiatan manusia dalam mendapat informasi dan berinteraksi di dunia global menjadi mudah hanya dengan genggaman tangan tanpa mobilitas. Hal ini tentu akan mempermudah adanya interaksi budaya antar negara di dunia, yang jika tidak disaring budaya luar akan terakulturasi dengan budaya asli nusantara, dan lambat laun dapat menggerus budaya asli bangsa Indonesia. Salah satu langkah untuk mencegah hal tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan yang mengaitkan kultur dan budaya lokal pada kegiatan pendidikan utamanya di sekolah-sekolah dan pamong menjadi kunci utama terlaksananya hal tersebut. Sejalan dengan visi dan misi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2020-2024 mengenai penggunaan karya sastra dan melestarikan budaya dalam pendidikan.

Diperlukan program untuk mensukseskan program Kemendibud mengenai pembelajaran berbasis sastra dan melestarikan budaya. Metode Sariswara Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu metode yang dapat dijadikan salah satu metode dalam membangun manusia yang berilmu dan berbudaya. Menurut Labolatorium Sariswara,

Metode Sariswara di Lingkungan Sekolah dan di Era 4.0

 Metode Sariswara di Lingkungan Sekolah dan di Era 4.0

Selulus saya menyelesaikan S-1 di Cimahi, saya menyambangi Kota Pendidikan, Yogyakarta. Saya merupakan lulusan S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, dimana saya nantinya akan terjun menjadi seorang pengajar. Setibanya di Yogyakarta, saudara kembar saya mengajak untuk berkunjung ke Museum Dewantara Kirti Griya. Beruntung karena Museum tersebut merupakan rumah milik ki Hajar Dewantara yang merkam ruang dan jejak ki Hajar Dewantara semasa hidupnya. Ki Hajar Dewantara yang kita kenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia yang merupakan salah satu tokoh perpengaruh bagi kemerdekaan di Indonesia. Beliau berkiprah di tiga bidang sekaligus yaitu di bidang pendidikan, kebudayaan dan politik. Banyak tulisan beliau membahas dan mengkritisi mengenai tiga topik tersebut, bahkan tulisan-tulisan beliau di berbagai media masa dan buku kini telah dikumpulkan dan dijadikan buku.

Kunjungan ke Museum Dewantara sangat berkesan bagi saya. Kegiatan saya di Museum Dewantara saat itu yaitu dapat membaca buku di perpustakaan museum, menghadiri diskusi Selasa Wage atau menonton pertunjukan di pendapa. Hal menarik saat itu saya ketahui saat membaca buku diperpus tanpa sengaja saya mendengar suara anak menyanyikan lagu tembang dolanan anak dan diiringi alunan gamelan. Saya mencari sumber suara tersebut yang ternyata berada di Pendapa Ibu Pawiyatan Tamansiswa, dan yang membuat takjub suara tersebut merupakan suara

Jumat, 09 Juli 2021

Download Format Surat Lamaran CPNS Kementrian Perindustrian 2021

Assalamualaikum para pejuang NIP CPNS 2021, semoga semangat selalu. Kali ini admin akan membagikan file dokumen format surat lamaran dan surat pernyataan untuk lowongan CPNS Kementrian Perindustrian (Kemenperin) Tahun Anggaran 2021. Untuk mendapatkan filenya klik di sini. Untuk formasi Keguruan Kemenperin 2021 bisa join grup telegram klik di sini. Jangan lupa follow akun blog ini dan follow akun instagram admin di @hayyah05. Kalo masih bingung cara downloadnya bisa tinggalkan komentar atau hubungi IG admin ya. Salam kenal dari pejuang NIP Yogyakarta. :) Mari berjuang dan salam 400+.



Selasa, 08 September 2020

KONGRES ASEAN KO-MMUNITY KORNER 2020



Kongres ASEAN Ko-mmunity Korner merupakan kongres yang diadakan di bawah naungan ASEAN dan pemerintah Korea Selatan. Kongres tersebut diikuti oleh perwakilan seniman dari sepuluh negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Indonesia, Laos, Myanmar, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina (Philippines), Kamboja (Cambodia), dan juga perwakilan seniman dari Korea Selatan. Kongres ASEAN Ko-mmunity Korner merupakan bentuk perwujudan dari kerjasama fungsional antar negara ASEAN dan Korea Selatan yang mencangkup misi kebudayaan, penerangan, pendidikan, lingkungan hidup dan kepemudaan.

Pembukaan Kongres ASEAN Ko-mmunity Korner pada tanggal 24 Agustus 2020 menjadi suatu tantangan dan hal yang berbeda dibandingkan pada Kongres  ASEAN Ko-mmunity Korner yang diadakan pada empat tahun terakhir dimulai sejak 2015. Kongres pada tahun 2020 kali ini harus beradaptasi dan beralih ke arah online dikarenakan adanya pandemi global Covid-19, terlebih belum ditemukannya vaksin untuk menangkal virus ini. Sehingga belum memungkinkan untuk mengadakan pertemuan dan perjalanan antar negara. Kongres yang diadakan kali ini diadakan melalui sesi diskusi panel yang ditayangkan via live di zoom, facebook dan youtube.

Pembukaan Kongres tersebut dihadiri oleh

Rabu, 18 Maret 2020

Jodha Akbar dalam Prespektif Kidung Sunan Prawata

Ketika membahas tentang sosok Kresna dalam sebuah Kidung gubahan Sunan Prawata, aku teringat sosok Jodha, ratu kerajaan Mughal yang agung di tanah Hindustan India sana. Mughal merupakan kerajaan Islam megah turun dari keturunan Mongol. Di bawah kekuasaan Jalaluddin Akbar dan permaisurinya yang cantik Jodha Kerajaan Mughal mencapai masa kejayaannya. Tahukah bahwa Jodha dikisahkan beragama Hindu dengan mengagungkan Krisna sebagai dewanya. Jodha merupakan putri pertama Kerajaan Amer, salah satu kerajaan besar Hindu di India. Ketika Jalaluddin Akbar berhasil menaklukkan Amer dalam peperangan, Raja Amer menyerahkan Jodha untuk diboyong dan dijadikan istri Jalaluddin. Tentu perkawinan itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk menyatukan dan menaklukkan hati penduduk kerajaan Amer. Saat pemboyongan itu Jodha mengajukan syarat agar Jalaluddin tidak memaksanya untuk memeluk agama Islam. Jalaluddinpun mendiskusikan hal tersebut dengan petinggi-petinggi kerajaannya. Dari berbagai pertimbangan akhirnya Jalaluddin menyetujui permintaan Putri Jodha. Saat sudah tinggal di hareem Jodha bahkan meminta izin untuk memberikan ruang untuk memuja Krisna. Di sana setiap saat Jodha bersembahyang. Walau pada pertama Akbar dan Jodha tidak begitu dekat namun pada akhirnya mereka bisa menyatu dalam perbedaan. Jodha dikenal dengan manajemen berdagangnya yang unggul. Beliau mempunyai puluhan ribu kapal dagang untuk mensejahterkan kerajaan Mughal. Diketahui dari hasil berdagang tersebut, Jodha banyak mendirikan masjid untuk kaum Muslim bahkan bersedekah untuk kaum Muslim. Dari jasanya tersebut Akbar dan Kerajaan Mughal mengalami kemakmuran dan kejayaan bahkan Jodha selain diberi gelar Mariam U zaman karena telah melahirkan penerus kerajaan beliau juga diberi gelar permaisuri agung dan namanya tercatat dalam uang emas kala itu.
Jodha Akbar berbeda tapi sebenarnya satu 🙂 Krisna as Nabi Muhammad SAW

Lebih lanjut tentang Wisnu dan Sri Bathara Kresna menurut Njeng Sunan Prawata dalam Artikel berikut http://rahayu-story.blogspot.com/2018/08/ilmu-kang-kaesthi-jeng-sunan-prawata.html?m=1

Kamis, 27 Februari 2020

Ngaji Wayang Purwa

Masih Dalam Rangka Rangkaian HUT PWKS ke-6, Paguyuban Pandemen Wayang Ki Seno Nugroho mengadakan Ngaji Wayang Purwa bertemakan Wayang Purwa Dalam Filosofi Kehidupan Masyarakat Jawa dengan pemantik Prof. Dr. Kasidi Hadiprayitno, M. Hum. , acara ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 7 Maret 2020 jam 19.00 di ndalem Yudanegaran Yogyakarta (dekat alun-alun utara Kraton Yogyakarta Hadiningrat) untuk pendaftaran silahkan klik link berikut http://bit.ly/ngAJI_Wayang
dibuka untuk umum dan gratis
#wayangpurwa #wayangklasik #wayangkulit #ringgit #ringgitwacucal #PWKS #kajianwayang #wayang #shadowpuppet #shadowpuppetplay #kisenonugroho #puppeteer #dalang #dhalang #pedhalangan #pedalangan #wonderfulindonesia #explorediy #instagood #exploreyogyakarta #filosofi #filosofijawa #philosophy #hutPWKSke6 #jagadpakeliran #dalangmuda #mudaberbudaya #youth #kemendikbud #intangibleculturalheritage #budaya #culturalevent

Rabu, 08 Mei 2019

Sepenggal Kisah dalam Ensiklopedia Sastra Jawa dan Serat Menak

Suatu ketika saat interhsip di sebuah sekolah menengah pertama milik Muhammadiyah, setiap jam dzuhur aku kerap diberi mandat untuk mengisi kajian bagi anak perempuan yang berhalangan untuk sholat. Kajianku tak berat-berat mengingat aku bukan guru agama. Hanya mengulas cerita tentang nabi-nabi, risalah tentang haid dan diskusi kecil mengenai Islam, atau sekedar hafalan surat pendek. Tapi tidak lagi menjadi rutinitasku semenjak mereka tau isi buku bacaan yang setiap hari aku lahap di meja piket. Apakah ada yang aneh? Kurasa tidak, apalagi buku yang aku baca hanyalah Ensikopedia Sastra Jawa terbitan Balai Bahasa Yogyakarta yang aku temukan di perpustakaan sekolah itu sendiri. Buku itu memang buku pertama yang membuatku begitu semangat untuk berada di sekolah itu. 👀
Aku lahap satu-persatu bahasan tentang kesusastraan literasi Jawa, mulai dari serat, majalah Jawa, sastra seni pedalangan, Sekar, maestro/parameng/mpu Jawa, dll. Sampai suatu ketika aku membaca tentang sekuen serat Menak Yogyakarta yang terpengaruh oleh kesusastraan Persia. Saat Aku membacanya dengan serius jurnal cerita tentang Amir Hamzah (dalam serat Jawa dikenal sebagai Ambyah atau Wong Agung/Tiyang Agung Jayengrana dan Umar Maya yang menjelajah melewati hutan-hutan dan bertemu jin siluman setempat. Mereka sempat berperang dengan jin siluman kafir hutan tersebut. Ternyata seorang security ikut menyimak bacaanku, security yang kami kenal sangat taat beribadah. Beliau nyeletuk

Senin, 17 September 2018

Info Quota CASN/CPNS Cilacap dan Jawa Tengah September 2018


Hai bagi para Calon Aparatur Sipil Negara atau CASN, kabar gembira karena CASN 2018 embali dibuka yang mayoritas quotanya adalah untuk guru dan pegawai kesehatan. CASN dengan siste yang serba online ini menuntut untuk pendaftar CASN agar aktif mencari informasi.

Kali ini admin akan membagi quota CASN yang dibutuhkan oleh Kabupaten Cilacap dan juga Jawa Tengah. Formasi yang dibutuhkan oleh Kabupaten Cilacap dan Jateng ini adalah untuk adalah untuk Guru SD, Guru Mapel baik SD/SMP/SMA/SMK, pegawai kesehatan, pegawai pekerjaan umum seperti ahli jembatan dan masih banyak lagi. Untuk itu admin akan lampirkan file pdf untuk quota rinci tersebut.

QUOTA CASN KABUPATEN CILACAP DAN PROVINSI JAWA TENGAH
KLIK DI SINI

Bagi yang berminat membeli buku latihan CASN 2018 (659 halaman) berbasis Computer Assisted Test (CAT) terbaru bisa hubungi kami di WA/SMS 082317387772, pengiriman Yogyakarta dengan harga
1 @110.000
2 @ 105.000
3 @ 100.000

 Dilengkapi dengan:

  • Tips SUkses CAT
  • 30 Paket soal ( Baris, Matematika Dasar, Antonim, Antologi Kata, Pemahaman Wacana, Penalaran Analitis, TIU (Tes Intelegensi Umum), Sejarah, UU, Tata Negara, Kebijakan Pemerintah, Kewarganegaraan, Tes Karakter Pribadi, TWK, dan try out)
  • Rangkuman Materi (Kemampuan Verbal, Kemampuan Logis, Kemampuan Analitis, Kemampuan Numerik)



DIGITAL TALENT SCHOLARSHIP 2018 BY KOMINFO

Dalam rangka menghadapi revolusi industri, kominfo mengadakan beasiswa pelatihan intensif selama dua bulan untuk 1000 orang tanpa dipungut biaya apapun. Kursus tersebut melipulti:

  • Cyber - Security
  • Big Data Analystics
  • Artificial Intelligence
  • Digital Business
Adapun yang dapat mengikuti kursus ini adalah bagi WNI dengan qualifikasi sebagai berikut:

  • Lulusan D3 / S1
  • Lulusan SMK bidang TIK
  •  ASN/PNS
  • Pelaku Industri
Fasilitas dala mengikuti kursus ini adalah:
  • Pendidikan bebas biaya
  • Sertifikat pelatihan
  • Kesempatan Magang
  • Kesepatan mengikuti pelatihan lanjutan
  • Perlengkapan pelatihan
  • Uang transport

ALUR PENDAFTARAN

DISELENGGARAKAN DI :

Senin, 27 Agustus 2018

Arti dan Penjelasan Dhalang Menurut Ensiklopedia Sastra Jawa Terbitan Balai Pustaka

Dhalang (120)

Istilah dhalang tersimpul dari kata weda dan wulang atau mulang. Weda ialah kitab suci orang beragama Hindu yang ditulis dalam Bahasa Sansekerta. Di dalam Weda termuat peraturan tentang hidup dan kehidupan manusia di tengah masyarakat ketika berinteraksi dengan sesama manusia menuju kesempuranaan (setelah meninggal dunia). Wulang berarti ajaran atau petuah. Mulang  berarti memberi pelajaran.  Berdasarkan hal itu, dhalang dapat digambarkan sebagai seorang yang mempunyai tugas suci untuk memberi pelajaran, wejangan, uraian atau tafsiran tentang isi kitab suci Weda beserta maknanya kepada khalayak ramai. Menurut sejarahnya, pada zaman dahulu, dhalang tidak mengharapkan upah dalam bentuk apa pun atas karyanya itu. Hal itu diungkapkan dalam bahasa sepi ing pamrih, rame ing gawe 'tiada mengharap imbalan, sungguh-sungguh bekerja'. Segala pikiran dan tenaga dhalang hanya dipusatkan kepada tugasnya tersebut, yaitu menanamkan benih kesempurnaan dan keluhuran  budi pekerti pada orang-orang yang mengikuti jejaknya melalui pertunjukan cerita wayang kulitnya. Seorang dhalang mempunyai kedudukan sederajat dengan guru yang luhur dan luas pengetahuannya. Kini, pekerjaan mendalang merupakan suatu mata pencaharian, bukan semata-mata suatu bentuk pengabdian seperti zaman dahulu.

Istilah Begawan dalam Penokohan Cerita Wayang menurut Ensiklopedia Sastra Jawa Terbitan Balai Pustaka Yogyakarta

Begawan (61)
Begawan Ciptoning

Begawan adalah gelar bagi pertapa dan guru dalam dunia pewayangan. Begawan Drona, misalanya, adalah guru besar di Kerajaan Astina yang mengajarkan ilmunya pada keluarga Kurawa dan Pandawa. Begawan Bagaspati, waulaupun hanya mempunyai seorang murid bernama Narasoma - menantunya sendiri, tetapi ia seorang pertapa yang tekun. Seorang begawan tidak harus berdarah brahmana. Misalnya, ketika Arjuna bertapa di Gunung Indrakila, ia memakai nama Begawan Ciptoning atau Begawan Mintaraga. Bahkan Anoman, yang berwujud kera pun di hari tuanya dikenal dengan sebutan Begawan atau Resi Mayangkara.

Dalam pewayangan sebutan serupa begawan adalah resi atau pandita. Hampir semua begawan dalam pewayangan merupakan manusia sakti.