bismillah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kamis, 21 Juli 2022

Menonton Wayang Purwa

 Pernah nonton wayang bisa dihitung jari paling banyak waktu SD dan pas kuliah di Bandung sempet nonton wayang di Cilacap dua kali, tentu pengetahuan tentang wayangku tidaklah seberapa bahkan membedakan punakawan dan sentana kraton masih terbata. Saat selesai skripsi juli 2016 Agustus, dari Bandung travelling ke arah Timur singgah di Cilacap, ke Jogja kemudian ke Jawa Timur. Saat keliling Jogja aku menyempatkan untuk menonton wayang, kali pertama menonton wayang di tempat selain Cilacap tentu. Waktu itu kami sehabis naik puncak Gunung Merapi Purba Nglanggeran untuk melihat bulan purnama yang bersinar indah, turun langsung menuju lokasi wayang di daerah Pathuk Gunungkidul di pedesaan. Turun dari melihat bulan purnama tentu sudah agak malam, sampai di lokasi wayangan tak terbayangkan area panggung kelir sudah dibanjiri dengan lautan manusia jadi kita menonton agak jauh dari panggung, sesaat setelah limbukan kita baru bisa merapat sedikit ke arah dekat panggung

Rabu, 17 November 2021

ESSAY BERJUDUL SARISWARA DI ERA 4.0


Oleh : Rahayu Nur Hayati

Rahayunh05@gmail.com / +6287724444709

 

Dewasa ini negara di dunia termasuk Indonesia mengalami globalisasi yang sangat sigifikan didukung adanya penggunaan teknologi digital di berbagai sektor dikenal sebagai Era Industri 4.0. Globalisasi menjadikan kegiatan manusia dalam mendapat informasi dan berinteraksi di dunia global menjadi mudah hanya dengan genggaman tangan tanpa mobilitas. Hal ini tentu akan mempermudah adanya interaksi budaya antar negara di dunia, yang jika tidak disaring budaya luar akan terakulturasi dengan budaya asli nusantara, dan lambat laun dapat menggerus budaya asli bangsa Indonesia. Salah satu langkah untuk mencegah hal tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan yang mengaitkan kultur dan budaya lokal pada kegiatan pendidikan utamanya di sekolah-sekolah dan pamong menjadi kunci utama terlaksananya hal tersebut. Sejalan dengan visi dan misi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2020-2024 mengenai penggunaan karya sastra dan melestarikan budaya dalam pendidikan.

Diperlukan program untuk mensukseskan program Kemendibud mengenai pembelajaran berbasis sastra dan melestarikan budaya. Metode Sariswara Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu metode yang dapat dijadikan salah satu metode dalam membangun manusia yang berilmu dan berbudaya. Menurut Labolatorium Sariswara,

Metode Sariswara di Lingkungan Sekolah dan di Era 4.0

 Metode Sariswara di Lingkungan Sekolah dan di Era 4.0

Selulus saya menyelesaikan S-1 di Cimahi, saya menyambangi Kota Pendidikan, Yogyakarta. Saya merupakan lulusan S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, dimana saya nantinya akan terjun menjadi seorang pengajar. Setibanya di Yogyakarta, saudara kembar saya mengajak untuk berkunjung ke Museum Dewantara Kirti Griya. Beruntung karena Museum tersebut merupakan rumah milik ki Hajar Dewantara yang merkam ruang dan jejak ki Hajar Dewantara semasa hidupnya. Ki Hajar Dewantara yang kita kenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia yang merupakan salah satu tokoh perpengaruh bagi kemerdekaan di Indonesia. Beliau berkiprah di tiga bidang sekaligus yaitu di bidang pendidikan, kebudayaan dan politik. Banyak tulisan beliau membahas dan mengkritisi mengenai tiga topik tersebut, bahkan tulisan-tulisan beliau di berbagai media masa dan buku kini telah dikumpulkan dan dijadikan buku.

Kunjungan ke Museum Dewantara sangat berkesan bagi saya. Kegiatan saya di Museum Dewantara saat itu yaitu dapat membaca buku di perpustakaan museum, menghadiri diskusi Selasa Wage atau menonton pertunjukan di pendapa. Hal menarik saat itu saya ketahui saat membaca buku diperpus tanpa sengaja saya mendengar suara anak menyanyikan lagu tembang dolanan anak dan diiringi alunan gamelan. Saya mencari sumber suara tersebut yang ternyata berada di Pendapa Ibu Pawiyatan Tamansiswa, dan yang membuat takjub suara tersebut merupakan suara

Jumat, 09 Juli 2021

Download Format Surat Lamaran CPNS Kementrian Perindustrian 2021

Assalamualaikum para pejuang NIP CPNS 2021, semoga semangat selalu. Kali ini admin akan membagikan file dokumen format surat lamaran dan surat pernyataan untuk lowongan CPNS Kementrian Perindustrian (Kemenperin) Tahun Anggaran 2021. Untuk mendapatkan filenya klik di sini. Untuk formasi Keguruan Kemenperin 2021 bisa join grup telegram klik di sini. Jangan lupa follow akun blog ini dan follow akun instagram admin di @hayyah05. Kalo masih bingung cara downloadnya bisa tinggalkan komentar atau hubungi IG admin ya. Salam kenal dari pejuang NIP Yogyakarta. :) Mari berjuang dan salam 400+.



Selasa, 08 September 2020

KONGRES ASEAN KO-MMUNITY KORNER 2020



Kongres ASEAN Ko-mmunity Korner merupakan kongres yang diadakan di bawah naungan ASEAN dan pemerintah Korea Selatan. Kongres tersebut diikuti oleh perwakilan seniman dari sepuluh negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Indonesia, Laos, Myanmar, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina (Philippines), Kamboja (Cambodia), dan juga perwakilan seniman dari Korea Selatan. Kongres ASEAN Ko-mmunity Korner merupakan bentuk perwujudan dari kerjasama fungsional antar negara ASEAN dan Korea Selatan yang mencangkup misi kebudayaan, penerangan, pendidikan, lingkungan hidup dan kepemudaan.

Pembukaan Kongres ASEAN Ko-mmunity Korner pada tanggal 24 Agustus 2020 menjadi suatu tantangan dan hal yang berbeda dibandingkan pada Kongres  ASEAN Ko-mmunity Korner yang diadakan pada empat tahun terakhir dimulai sejak 2015. Kongres pada tahun 2020 kali ini harus beradaptasi dan beralih ke arah online dikarenakan adanya pandemi global Covid-19, terlebih belum ditemukannya vaksin untuk menangkal virus ini. Sehingga belum memungkinkan untuk mengadakan pertemuan dan perjalanan antar negara. Kongres yang diadakan kali ini diadakan melalui sesi diskusi panel yang ditayangkan via live di zoom, facebook dan youtube.

Pembukaan Kongres tersebut dihadiri oleh

Rabu, 18 Maret 2020

Jodha Akbar dalam Prespektif Kidung Sunan Prawata

Ketika membahas tentang sosok Kresna dalam sebuah Kidung gubahan Sunan Prawata, aku teringat sosok Jodha, ratu kerajaan Mughal yang agung di tanah Hindustan India sana. Mughal merupakan kerajaan Islam megah turun dari keturunan Mongol. Di bawah kekuasaan Jalaluddin Akbar dan permaisurinya yang cantik Jodha Kerajaan Mughal mencapai masa kejayaannya. Tahukah bahwa Jodha dikisahkan beragama Hindu dengan mengagungkan Krisna sebagai dewanya. Jodha merupakan putri pertama Kerajaan Amer, salah satu kerajaan besar Hindu di India. Ketika Jalaluddin Akbar berhasil menaklukkan Amer dalam peperangan, Raja Amer menyerahkan Jodha untuk diboyong dan dijadikan istri Jalaluddin. Tentu perkawinan itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk menyatukan dan menaklukkan hati penduduk kerajaan Amer. Saat pemboyongan itu Jodha mengajukan syarat agar Jalaluddin tidak memaksanya untuk memeluk agama Islam. Jalaluddinpun mendiskusikan hal tersebut dengan petinggi-petinggi kerajaannya. Dari berbagai pertimbangan akhirnya Jalaluddin menyetujui permintaan Putri Jodha. Saat sudah tinggal di hareem Jodha bahkan meminta izin untuk memberikan ruang untuk memuja Krisna. Di sana setiap saat Jodha bersembahyang. Walau pada pertama Akbar dan Jodha tidak begitu dekat namun pada akhirnya mereka bisa menyatu dalam perbedaan. Jodha dikenal dengan manajemen berdagangnya yang unggul. Beliau mempunyai puluhan ribu kapal dagang untuk mensejahterkan kerajaan Mughal. Diketahui dari hasil berdagang tersebut, Jodha banyak mendirikan masjid untuk kaum Muslim bahkan bersedekah untuk kaum Muslim. Dari jasanya tersebut Akbar dan Kerajaan Mughal mengalami kemakmuran dan kejayaan bahkan Jodha selain diberi gelar Mariam U zaman karena telah melahirkan penerus kerajaan beliau juga diberi gelar permaisuri agung dan namanya tercatat dalam uang emas kala itu.
Jodha Akbar berbeda tapi sebenarnya satu 🙂 Krisna as Nabi Muhammad SAW

Lebih lanjut tentang Wisnu dan Sri Bathara Kresna menurut Njeng Sunan Prawata dalam Artikel berikut http://rahayu-story.blogspot.com/2018/08/ilmu-kang-kaesthi-jeng-sunan-prawata.html?m=1

Kamis, 27 Februari 2020

Ngaji Wayang Purwa

Masih Dalam Rangka Rangkaian HUT PWKS ke-6, Paguyuban Pandemen Wayang Ki Seno Nugroho mengadakan Ngaji Wayang Purwa bertemakan Wayang Purwa Dalam Filosofi Kehidupan Masyarakat Jawa dengan pemantik Prof. Dr. Kasidi Hadiprayitno, M. Hum. , acara ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 7 Maret 2020 jam 19.00 di ndalem Yudanegaran Yogyakarta (dekat alun-alun utara Kraton Yogyakarta Hadiningrat) untuk pendaftaran silahkan klik link berikut http://bit.ly/ngAJI_Wayang
dibuka untuk umum dan gratis
#wayangpurwa #wayangklasik #wayangkulit #ringgit #ringgitwacucal #PWKS #kajianwayang #wayang #shadowpuppet #shadowpuppetplay #kisenonugroho #puppeteer #dalang #dhalang #pedhalangan #pedalangan #wonderfulindonesia #explorediy #instagood #exploreyogyakarta #filosofi #filosofijawa #philosophy #hutPWKSke6 #jagadpakeliran #dalangmuda #mudaberbudaya #youth #kemendikbud #intangibleculturalheritage #budaya #culturalevent